Praktik Coaching Model TIRTA
Yulius Edison Dara,S.Pd _ CGP Angkatan 1 Kab. Sikka - Prov. Nusa Tenggara Timur
KASUS 2
Seorang murid
bercerita jika dia merasa diperlakukan tidak adil oleh seorang guru. Guru
tersebut membuka les privat, dan sebagian besar murid di kelas mengikuti les
privat tersebut, kecuali murid tersebut. Murid tersebut merasa tidak nyaman
ketika guru sering menyindir murid yang tidak mau ikut les privatnya. Bahkan,
murid tersebut juga merasa bahwa nilai yang diberikan pun tidak adil, para
murid yang mengikuti les guru tersebut mendapatkan nilai yang lebih baik dari
murid tersebut.
NARASI : Di sela istrirahat
siang di bawah pohon Nimba yang rindang sekitar halaman sekolah dengan angin
sepoi – sepoi,. Saat itu pak Edy lagi lagi membaca buku cerita. Si Peter datang
menghampiri Pak Edy.
DIALOG
Coachee : Selamat
siang pak, permisi!
Coach :
Siang juga Nak! Apa kabar hari ini?
Coachee : Kabar baik pak!
Coach : Senang, Hari ini kita akan ngobrol ,
mungkin agak sedikit lama, Nak tidak apa – apa kan ?
Coachee : Tidak apa – pak pak?
Coach : Akhir – akhir ini pak perhatikan nak
terlihat murung dan tidak semangat, kenapa?
Coachee :Saya memang, perluh seseorang untuk
membicarakan masalah yang saya hadapi, terima kasih pak sudah bersedia membantu
ku!
TUJUAN UTAMA
Coach : Jadi… apa yang bisa pak bantu dan apa
yang ingin Nak capai dari hasil diskusi kita hari ini?
Coachee : Saya hanya dapat solusi dari masalah
yang saya hadapi pak?
Coach : Terus… masih ada lagi?
Coachee : Saya itu masih bingung pak? Kenapa
saya bagini? Saya ingin tahu apa penyebabnya pak?
Coach : Coba sekarang ceritakan kep pak, apa
yang kamu rasakan saat ini?
Coachee : Saya merasa.., kalau saya itu tidak
bisa mengikuti pelajaran itu dengan baik?
Coach : Pelajaran apa ….?
Coachee : hmmmmm….hmmmm…
Coach : Apa yang membuat kamu merasa tidak
nyaman ?
Coachee : Saya merasa diperlakukan tidak adil, …pak ..?
IDENTIFIKASI
Coach : Maksudnya ? kamu merasakan tidak adil
yang bagaimana ?
Coachee : Bagini pak …? Guru saya membuka le
privat!
Coach : Oke!! Coba kamu jelaskan ke pak ,
bagaimana kamu merasa tidak adil dalam mengikuti les privat yang dibuat oleh
guru tersebut! Dan apakah semua murid mengikuti les privat yang dibuat guru
ersebut?
Coachee : hmmmm.. bagini pak ! saya tidak
nyaman dalam mengikuti pelajaran di kelas ketika pada saat jam pelajaran yang
diberikan pak guru tersebut karena saya tidak mengikuti les privat. Oh … ya
hampir semua teman saya mengikuti les privat , kecuali saya yang tidak
mengikuti les privat di rumahnya pak guru tersebut?
Coach : Coba ceritakan lebih lanjut mengapa
kamu tidak nyaman di kelas ketika pak guru itu masuk mengajar di kelas?
Coachee : Bagini pak, saya tidak nyaman di
kelas ketika pak guru tersebut masuk di kelas, karena beliau selalu menyindir saya, ketika berada diruang kelas
saat kegiatan belajar berlangsung sedangkan teman yang mengikuti les privat
tidak di sindir oleh pak guru tersebut?
Coach : oh ya nak..? apakah masih ada lagi ?
Coachee : Ia pak…? Saya merasa bahwa nilai yang diberikan pun tidak adil, sedangkan
teman saya yang mengikuti les guru
tersebut mendapatkan nilai yang lebih baik!
Coach : Oh ya nak? Pak ingin bertanya lagi?
Apakah selama ini sebelum pak itu membuka les privat, apakah seperti sekarang
menyindir dan memberi nilai yang tidak baik?
Coachee : Tidak Pak, pak gurunya selama ini
baik, mengajarkan kami dengan baik dengan penjelasannya bagus mudah kami pahami
dan tidak pernah menyindir dan memberikan nilai yang sesuai dengan hasil kerja
saya dan teman teman.
Coach : Oh ya nak, terima kasih sudah
menyeringkan masalah yang dihadapi ke pak? Boleh gak ? pak ingin bertanya lagi?
Coachee : Ia pak, boleh!
Coach : oh ya nak, apakah les privat ini
termuat dalam kesepakatan kelas, Jika ada Murid yang Nilainya tidak memenuhi
KKM atau yang melanggar kesepakatan kelas ada sanksinya?
Coachee : Ia Pak, kami sudah membuat
kesepakatan kelas yaitu : Jika ada yang murid yang Nilainya di bawah KKM
mengikuti les privatnya secara gratis di rumahnya pak guru, yang mana untuk
menambah kekurangan kami selama di kelas, dan jika ada yang melanggar
kesepakatan kelas maka ada sanksi sindiran Ringan dan Nilainya tetap jelek,
serta sanksi ini berubah ketika murid yang bersangkutan meminta maaf dan
berdiskusi kembali bersama teman teman dan pak guru sebelum dua minggu, Jika
murid yang bersangkutan tidak menyampaikan selama dua minggu maka ada panggilan
orang Tua .
Coach : Oke … Pak mau tahu ?Apakah Nak selama
ini sudah bertemu dan berdiskusi dengan guru itu dan teman teman, dan apakah
nak sudah menjalani waktu sudah dua
minggu?
Coachee : Belum Pak, waktunya baru satu minggu ?
Nah …. Ini Soalnya saya lupa kesepakatan kelas yang kami sudah sepakati, seperti
yang pak berikan tipsnya ini!
Coach : oh ya….. pak coba simpulkan dari
penjelasan nak bahwa belum berdiskusi dengan guru itu dan teman teman tentang
kesalahan / atau yang melanggar kesepakatan kelas?
Coachee : Ia .. pak , ini yang saya lupa
tentang kesepakatan kelas itu belum melakukan diskusi, karena dalam kesepakatan
kelas kami bahwa setiap anak yang tidak mengikuti aturan kesepakatan kelas atau
melanggar kesepakatan kelas diberikan motivasi sindiran ringan dan nilai kurang
bagus selama dua minggu jika yang bersangkutan tidak melaksanakanya maka di
panggil orang tua. Jika sudah memperbaiki dan berdiskusi dengan pak guru serta
teman teman.
Coach : Ok, kamu sudah tahu apa penyebabnya?
Coachee : Ia pak , saya sudah paham karena saya
telah melanggar kesepakatan kelas yang kami sudah buat?
RENCANA AKSI
Coach : Dari beberapa hal yang kamu sudah jelaskan
tadi? Hal apa yang perluh kamu lakukan kedepan ?
Coachee : Pertama saya bertemu pak guru itu dan
teman teman untuk meminta maaf kesalahan akibat pelanggaran yang saya sudah
lakukan dalam kesepakatan kelas, yang kedua saya membuat kesepakatan bersama
pak guru dan teman teman untuk mengikuti les privat dari kekuranagan nilai saya
sebelumnya
Coach : Itulah langkah – langkah yang baik
untuk kamu! Kira kira ada hal lain yang kamu lakukan selain ini?
Coachee : saya berusaha belajar lebih rajin di
rumah agar mendapatkan nilai yang bagus dan mengingatkan kembali hal yang saya
keliru agar tidak mengulangi kembali! Dan saya membuat coretan serta membuat
jadwal dan di tempel pada meja belajar saya dalam bentuk gambar agar saya bisa
mengingat.
Coach : Ini ide bagus yang pak senang dan
bahagia atas aksimu untuk merubah cara belajar dan mengingatkan kembali tentang
kesepakatan yang sudah disepakati di kelas. Apakah seperti ini bentuk gambar
atau coretan yang mudah di ingat?
Coachee : Ia Pak. yang maksud saya seperti ini
membuat jadwal atau catatan agar saya tidak lupa atas kesepakatan.
Coach : Nah .. dari diskusi kita ini ? apakah
kamu bisa menceritakan kembali?
Coachee : Ia pak ! saya akan menemui pak guru
dan teman teman untuk meminta maaf serta saya membuat contoh jadwal yang seperti
pak contohkan tadi.
Coach : Nah seperti ini Nak, Lalu Komitmen
apa yang kamu lakukan setelah kita diskusikan hari ini
Coachee : Ia pak, saya akan melakukan seperti yang kita
diskusikan hari ini untuk bertemu pak guru dan teman teman untuk meminta maaf
dari pelanggaran saya dalam kesepakatan kelas, dan saya juga meminta bantuan
teman saya Ronall untuk mengingatkan saya .
Coach : Ini Ide yang baik sekali nak. Kamu
pasti bisa!!!!!!
Coachee :Terima kasih Pak.
Patisomba,
17 Maret 2021
Yulius Edison Dara,S.Pd
SMP
Negeri 3 Maumere - CGP-Angkatan 1- Kab. Sikka - NTT


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda