KONEKSI ANTAR MATERI - MODUL 3.3 - PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
Hal-hal menarik yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benang merah yang bisa Anda tarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?
Hal yang menarik dalam pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah dengan menyusun program yang mengunakan Model BAGJA dan menyertakan Manajemen resiko serta MELR.
Pada model BAGJA menuntun kita bagaimana cara membuat
program, yang dimulai dengan membuat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi,
jabarkan rencana dan atur eksekusi. Sedangkan Manajement Resiko untuk mengatasi
kekurangan program yang dijalankan sebagai antisipasi dari kendala yang di
hadapi. Mempertimbangkan resiko strategis, resiko keuangan. Resiko pemenuhan,
resiko reputasi sekolah.
Program yang dijalankan mengunakan strategi MELR.
Monitoring dan Evaluasi M&E.
Menurut Hobson, dkk (2013) Monitoring merupakan proses menghimpun informasi
dan analisis internal pada sebuah program sedangkan Evaluasi, sebuah penilaian
retrospektif secara periodik pada satu program yang telah selesai, yang
biasanya melibatkan pihak luar.
Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat
penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang
dilakukan. Monitoring dan evaluasi, atau lebih
mudah disingkat dengan M&E, perlu disinergikan dengan kegiatan atau program yang
sedang berjalan dengan melakukan perencanaan, tindakan, dan refleksi. Ketiga
aktivitas ini menjadi sebuah siklus yang dapat dilakukan berulang-ulang yang membentuk sebuah siklus. Dalam melakukan monitoring dan evaluasi, Kertsy Hobson
menawaran dua belas prinsip dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman:
Pertama, mengapa
perlu melakukan monitoring dan evaluasi? Tahap awal sebelum melakukan
monitoring dan evaluasi adalah mengetahui alasan mengapa monitoring dan
evaluasi dibutuhkan. Banyak hal positif yang bisa diperoleh dari aktivitas
monitoring dan evaluasi.
Kedua adalah menyetujui prinsip-prinsip yang menjadi
pedoman. Prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam melakukan monitoring dan
evaluasi adalah hal penting untuk dimiliki. Beberapa prinsip yang harus
dipenuhi adalah bahwa monitoring dan evaluasi harus relevan, berguna, sesuai
dengan waktu yang ditetapkan, dan kredibel.
Ketiga, menentukan program atau proyek yang perlu dimonitor.
Penting untuk menentukan program atau kegiatan yang harus dimonitor berdasarkan
pada tingkat prioritasnya. Dengan demikian, perlu dipikirkan program mana yang
akan dinilai, untuk periode kapan, dan apakah program tersebut adalah aktivitas
yang sedang berlangsung sehingga perlu dimonitoring, atau sebagai rangkaian
aktivitas yang sudah selesai sehingga perlu dievaluasi.
Keempat adalah menentukan siapa saja yang terlibat dalam
setiap tahapan monitoring dan evaluasi. Untuk memastikan M&E relevan untuk
pihak pemangku kepentingan, perlu dipertimbangkan informasi yang butuhkan oleh
pihak pemangku kepentingan. Untuk itu, identifikasi siapa saja dari para
pihak pemangku kepentingan yang menjadi bagian internal program dan eksternal
program adalah hal yang perlu diperhatikan.
Kelima, adalah menentukan topik kunci dan pertanyaan untuk
melakukan investigasi. Langkah selanjutnya adalah menentukan isu dan pertanyaan
yang ingin diketahui jawabannya. Contoh pertanyaan internal yang dapat diajukan
kepada kelompok adalah: seberapa baik anggota kelompok bisa bekerja sama dalam
hubungannya dengan sumber daya manusia, kepemimpinan, biaya, dan manajemen?
Seberapa baik anggota kelompok bisa bekerja dengan orang lain?
Keenam adalah mengklarifikasi sasaran, tujuan, aktivitas,
dan langkah-langkah untuk berubah. Untuk dapat menilai kemajuan, perlu
diketahui apa yang sedang diraih dan bagaimana cara meraihnya dengan kembali
melihat apa yang menjadi tujuan, target, dan kegiatan yang sudah dilakukan.
Beberapa konsep penting yang menjadi kunci dalam strategi dan desain program
atau proyek adalah :
a)
Aim (dampak yang diinginkan), yaitu
dampak akhir yang ingin diraih pada kehidupan orang lain atau lingkungan
sekitar.
b)
Objective (tujuan; outcome yang
diinginkan), yaitu perubahan-perubahan yang perlu dilakukan untuk mencapai
dampak yang diinginkan)
c)
Output, yaitu hasil cepat yang diraih
dari satu kegiatan yang dapat berkontribusi terhadap tujuan yang ingin dicapai
(objective).
d)
Activities, yaitu kegiatan program
atau kegiatan proyek yang sedang dilakukan sebagai proses memperoleh output
yang diinginkan.
e)
Inputs, yaitu semua yang diperlukan
selama melakukan kegiatan program atau proyek, seperti manusia, keuangan,
organisasi, teknis, dan semua sumber daya sosial.
Strategi
dan desain program untuk mencapai perubahan dapat dijelaskan dengan tahapan:
input – kegiatan –output – outcome – dampak (impact)
Ketujuh adalah mengidentifikasi informasi yang perlu
diketahui. Informasi yang diperlukan biasanya ditujukan untuk memantau atau
menilai apa saja yang berubah, memahami mengapa bisa berubah, dan
menginterpretasi perubahan. Informasi yang diinginkan dapat berupa data
kuantitatif (menjawab pertanyaan, apa, berapa, dan kapan) atau data kualitatif
(menjawab pertanyaan mengapa, bagaimana)
Kedelapan adalah memutuskan bagaimana informasi diperoleh.
Biasanya data diperoleh melalui berbagai sumber internal dan eksternal.
Pengumpulan metode Informasi yang digunakan untuk monitoring internal adalah
rekam jejak internal kegiatan, menyimpan data sekunder yang relevan, workshop
kelompok yang dilakukan secara periodik, diskusi, FGD, survei periodik, dan
perlengkapan komunitas. Evaluasi dapat dilakukan oleh pihak eksternal. Biasanya
evaluasi yang dilakukan oleh pihak luar berupa wawancara. Penilai eksternal dapat
menggunakan data yang diperoleh melalui sistem monitoring internal.
Kesembilan, menilai kontribusi/pengaruh yang
diberikan. Bagian penting dari M&E adalah menilai pengaruh atau kontribusi
kegiatan terhadap dampak atau outcome yang dapat diobservasi. Untuk melihat
pengaruh atau kontribusi yang dapat dirasakan, penilaian dapat dengan melakukan
kontrol secara acak, atau melakukan penilaian retrospektif.
Kesepuluh adalah menganalisis dan menggunakan informasi.
Tujuan utama dari monitoring adalah untuk mendukung pengambilan keputusan
internal dan perencanaan sehingga dilakukan analisis secara periodik, menilai,
dan menggunakan informasi tersebut. Tips dalam menganalisis dapat disesuaikan
dengan sifat data, yaitu :
a)
Jika data adalah informasi bersifat
kualitatif : mengidentifikasi kategori, menginterpretasikan temuan, dan bersiap
untuk hasil yang di luar perkiraan.
b)
Jika data adalah informasi yang
bersifat kuantitatif: menghitung total sampel, menghitung rata-rata dan
persentase serta melakukan pengujian statistik.
Kesebelas adalah menjelaskan data. Data yang
dijelaskan sangat bergantung pada tujuan. Data disampaikan kepada pihak
pemangku kepentingan yang relevan dengan data yang akan dijelaskan. Dalam
menjelaskan data, perlu ditentukan siapa yang menjadi pendengar atau hadirin,
menjahitkan data agar bisa dipahami oleh pemangku kepentingan, memindahkan data
menjadi grafik, dan menggambarkan hasil-hasil penting kepada pemangku
kepentingan atau hadirin.
Kedua belas adalah tentang etika dan proteksi
data. Dalam etika memproteksi data, semua peserta atau responden yang
dilibatkan selama proses monitoring dan evaluasi wajib dijaga kerahasiaannya.
PEMBELAJARAN (Learning)
Dr Roger
Greenaway seoarang ahli di bidang pelatihan guru dan sebagai fasilitator
merancang kerangka kerja pembelajaran (Learning) melalui empat tingkat model.
Keempat F
adalah:
a)
Fact (Fakta ): Catatan objektif
tentang apa yang terjadi
b)
Feeling (Perasaan): Reaksi emosional
terhadap situasi
c)
Finding (Temuan): Pembelajaran
konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut
d)
Future (Masa Depan): Menyusun
pembelajaran digunakan di masa depan
Model ini
dapat digunakan untuk berpikir dan merefleksikan situasi dan dapat membantu
menyusun refleksi tertulis. Model ini mudah diingat dan membahas aspek utama
dari apa yang perlu dipertimbangkan ketika meninjau suatu pengalaman.
Untuk
mendapatkan hasil yang maksimal dari refleksi perlu ditinjau kembali pemikiran
yang dimiliki. Untuk masing-masing bagian sejumlah pertanyaan bermanfaat
diuraikan di bawah ini.
Fakta
(Fact)
F pertama
merupakan fakta yaitu memeriksa urutan peristiwa dan momen-momen penting untuk
menarik dan melihat fakta fakta. Membuat laporan singkat yang meliputi (apa?,
di mana? kapan?, mengapa? dan bagaimana?)
a)
Apakah sesuatu yang tidak terduga
terjadi? Adakah kejutan?
b)
Apakah sesuatu yang sangat dapat
diprediksi terjadi?
c)
Apa yang paling berkesan / berbeda /
menarik?
d)
Apa titik balik atau momen kritis?
e)
Apa yang terjadi selanjutnya? Apa
yang terjadi sebelumnya?
f)
Apa yang paling memengaruhi sikap dan
perilaku Anda?
g)
Apa yang tidak terjadi yang Anda
pikir / harapkan akan terjadi.
Perasaan
(Feeling)
Menggambarkan
perasaan dalam situasi yang dapat membimbing untuk sepenuhnya memahami situasi
dan pembelajaran didasarkan pada pengalaman. Mengevaluasi dan menilai secara
tidak sengaja dengan perasaan dengan menggunakan ‘merasa’ sebagai penilaian,
misalnya ‘Saya merasa mereka salah’, atau feeling perasaan saya adalah itu
pilihan yang baik ’, kemudian menulis ulang sebagai perasaan baru.Contoh
pertanyaan sbb:
a)
Apa saja perasaan yang dialami
b)
Pada titik apa Anda merasa paling
atau paling tidak terlibat?
c)
Perasaan apa lagi yang ada dalam
situasi tersebut?
d)
Pada titik mana secara sadar dapat
mengendalikan / mengekspresikan perasaan Anda
Temuan
(Finding)
Menyelidiki
dan menafsirkan situasi untuk menemukan makna dan membuat penilaian. Pertanyaan
utama adalah 'bagaimana' dan 'mengapa'.
Contoh :
a)
Mengapa hal tersebut tidak
berhasil?
b)
Bagaimana hal tersebut bisa
memengaruhi ?
c)
Apakah ada peluang atau penyesalan
yang terlewat?
Masa
depan (Future)
Mengambil
temuan dan mempertimbangkan bagaimana menerapkannya di masa depan.
a)
Bagaimana bayangan terhadap masa
depan?
b)
Apa yang sudah berubah?
c)
Pilihan apa yang sudah dimiliki?
d)
Bagaimana temuan ini dapat berjalan
dengan baik?
e)
Rencana apa yang yang akan dilakukan
untuk masa depan?
LAPORAN (Reporting)
Menurut
Himstreet, et al. (1983), laporan adalah pesan yang disampaikan secara
sistematis dan objektif yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari satu
bagian organisasi kepada bagian lain atau lembaga lain untuk membantu
pengambilan keputusan atau memecahkan persoalan.
Laporan
merupakan alat bagi pimpinan untuk menginformasikan atau memberikan masukan
untuk setiap pengambilan keputusan yang diambilnya. Oleh karena itu laporan
harus akurat, lengkap, dan objektif. Dalam prakteknya, laporan adalah sebuah
dokumen yang merupakan produk akhir dari suatu kegiatan. Laporan menyajikan
informasi dengan cara yang sangat khusus. Informasi yang terkandung dalam
laporan sesungguhnya telah ditulis dan dikumpulkan dalam kertas kerja.
Reporting, alat informasi untuk mengambil keputusan. Laporan akurat, singkat,
tepat, lengkap, tegas, konsisten, objektif dan tepat pada waktunya sampai
kepada yang meminta.
Kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah
yang berdampak pada murid memiliki kaitan yang erat yaitu, pemetaan sumber daya sekolah
merupakan acuan dalam perencanaan program sekolah yang berdampak kepada murid.
Dengan mengelola sumber daya maka perencanaan program mudah dilaksanakan
Perencanaan program memanfaatkan sumber daya yang belum
dikelola dengan baik. Sumber daya manusia diantaranya guru, dapat mengerakan
siswa sebagai aset sekolah yang harus dikembangkan potensinya.
Dari hasil pemetaan dapat dengan mudah dilakukan
perencaanan program. Agar perencanaan dapat berjalan dengan lancar harus
memastikan program berjalan dengan melakukan MELR.
Program yang di rencanakan adalah program yang sesuai
dengan keinginan murid sehingga program berdampak kepada murid, Untuk itu
perlunya murid memberikan usulan program dan guru menuntun apa yang menjadi
pilihan murid merdeka belajar dalam mengembangkan potensinya.
Program yang berdampak pada murid yakni :
a)
berfokus pada kepemimpinan murid, melatih jiwa kepemimpian
yang bertanggung jawab
b)
Fokus pada inovasi dan kreativitas dengan mengembangkan
ide-ide positif, dalam proses pembelajaran berdiferensiasi mengembangkan potensi
sesuai bakat minat,
c)
Program adiwiyata, berfokus pada karakter murid dalam
mengelola lingkungan alam, yang sadar lingkungan sehingga melahirkan murid yang
peduli lingkungan.
Kaitan Materi modul lain dengan Modul 3.3. Filoshopi Kihajar Dewantara,
menuntun kodrat murid merdeka belajar dalam mengembangkan potensi murid dengan
optimal dengan merencanakan program yang berdampak pada murid. Murid adalah
aset sumber daya yang harus di Kelola oleh sekolah.
Guru pengerak berperan dalam pengelolaan sumber daya
sekolah, dengan mengembang budaya positif melalui inkuiri apresiatif dengan
tahapan BAGJA berpikir positif dengan berfokus pada kekuatan sekolah.
Kaitan semua materi dengan nilai diri guru pengerak. Nilai yang dimilki
guru pengerak mandiri, inovatif, kolaboratif, reflektif, berpihak pada murid.
Dalam mengembangkan potensi murid menuju merdeka belajar memiliki profil
pelajar Pancasila.
Guru dalam peranya memimpin pembelajaran, mengerakan
komunitas, begian dari kemandirian . menjadi contoh bagi guru lain, mendorong
kolaborasi, menjadi coach bagi
guru lainya merupakan peran guru dalam nilai kolaboratif. Mewujudkan
kepemimpinan murid merupakan berpihak kepada murid. Dengan nilai diri dan peran
guru pengerak murid dapat berkembang menjadi pelajar Pancasila yang memiliki
akhlak sebagai perwujudan dari beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Memahami diri dan kemandirian. Bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.
Dengan nilai dan peran yang dimiliki guru penggerak,
murid merdeka belajar, menciptakan murid yang memiliki profil pelajar Pancasila
sebagai cita-cita dari sang pendidik Kihajar Dewantara dapat diteruskan dan
diwujudkan.
Salam
Bahagia,
Merdeka
Belajar



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda